tidak jarang terdengar orang yang mengatakan rambutnya rontok karena stress. Tapi, apakah ini mitos atau fakta?
Jawabannya adalah: Fakta!
Kesehatan mental dapat berpengaruh langsung terhadap kondisi tubuh, termasuk pada kondisi rambut. Ada tiga jenis kerontokan rambut yang bisa diakibatkan stress.
Telogen effluvium adalah kondisi saat stress berkelanjutan membuat folikel rambut memasuki fase istirahat. Setelah beberapa bulan, rambut akan mulai rontok dan berjatuhan saat disisir/dikeramas.
Trichotillomania adalah kondisi yang membuat seseorang merasa tidak tahan untuk menarik rambut dengan kencang sebagai media pelepas stress. Jika dilanjutkan, kondisi ini akan berujung pada rontoknya rambut yang mengalami tarikan paksa terus-menerus.
Alopecia adalah salah satu kondisi yang disebabkan oleh stress. Dalam kondisi ini, sistem imun tubuh menyerang folikel rambut dan menyebabkan rambut rontok.
Ingin Rambut Tumbuh Lebih Cepat? Potong Rambut Saja!
Nah, yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi. Teori yang sudah beredar bertahun-tahun lamanya ini adalah salah satu metode yang paling terkenal dalam hal memanjangkan rambut. Jadi, apakah ini fakta atau mitos belaka?
Jawabannya adalah: Mitos!
Tidak diketahui asal-muasal teori yang sangat populer soal rambut ini, tapi dapat dipastikan ini adalah mitos dan bukan fakta. Sekarang ini sudah banyak peneletian ilmiah mengenai cara-cara memanjangkan rambut dan bahan-bahan yang dapat mendukung pertumbuhan rambut. Namun, tidak satupun dari penelitian itu yang membuktikan bahwa rambut tumbuh lebih cepat setelah dipotong.
Next Page